Lalu bagaimana dengan kondisi APBN-nya? Realisasi sementara menunjukkan pemerintah memang memainkan peran sebagai pelindung. Belanja negara lebih ekspansif, mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3% dari target. Di sisi lain, pendapatan negara ‘hanya’ Rp2.756,3 triliun (91,7% target).
Jelas, selisihnya bikin defisit melebar. Angkanya mencapai 2,92% terhadap PDB, atau sekitar Rp695,1 triliun secara nominal. Naik dari rencana awal 2,53%.
Purbaya dengan tegas menyatakan ini adalah langkah disengaja. Sebuah kebijakan fiskal yang sadar diri.
“Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini tadi dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi,” jelasnya.
Meski membesar, ia menegaskan batas 3% tidak dilanggar. Itu batas aman yang dijaga untuk kesehatan fiskal jangka panjang. Jadi, ceritanya adalah tentang menjaga keseimbangan yang sulit: mendorong pertumbuhan sambil memastikan fondasi anggaran tetap kokoh ke depannya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Terkait Kasus Suap Impor
Mantan Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 9 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Lonjakan Wisatawan Asing di Batam Dorong Pengembangan Kawasan Komersial Terpadu
Dua Siswa SMA Semarang Raih Emas ISPO dengan Obat Antidiabetes dari Biji Gayam