Rupanya, sang karyawan yang diketahui bermarga Liu sengaja merekam aksinya sendiri. Alasannya, ingin ikut-ikutan tren "teh susu gaya India" yang sedang ramai di internet. Minuman yang dibuat pun cuma pakai sisa bahan menjelang tutup toko. Rekaman CCTV menunjukkan minuman itu langsung dibuang setelah syuting, tidak pernah sampai dijual.
Namun begitu, alasan itu tidak bisa membenarkan tindakannya. Chagee menilai aksi Liu telah melanggar komitmen perusahaan terhadap keamanan pangan, sekaligus merusak nilai-nilai merek yang selama ini dijaga.
Akibatnya, Liu dipecat. Bukan cuma dia, manajer toko dan supervisor regional juga kena imbas. Keduanya diturunkan jabatannya karena dianggap lalai mengawasi. Gerainya sendiri, yang terletak di Longwen Baolong Plaza, langsung distop operasinya. Ditutup tanpa batas waktu.
Di pintu gerai, sekarang terpampang pengumuman "ditutup sementara". Perusahaan bilang, gerai itu baru boleh buka lagi setelah melalui proses perbaikan dan pemeriksaan ketat. Mereka menegaskan, keamanan pangan adalah batas bawah yang sama sekali tak boleh dilanggar.
Di sisi lain, Chagee menyebut kejadian ini jadi peringatan keras. Mereka berjanji bakal memperbaiki sistem pelatihan dan pengawasan operasional ke depannya. Meski sudah terjadi, perusahaan tetap berterima kasih pada publik yang telah memberi perhatian. Bagi mereka, konsistensi dan kebersihan setiap cangkir teh yang dijual adalah harga mati.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!
Operasi SAR KM Putri Sakinah Ditutup, Satu Korban Warga Spanyol Masih Hilang
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025