Kalau dihitung total, kapasitas huntara ini cukup besar. Bisa menampung sekitar 84 KK atau kira-kira 336 jiwa dalam satu lokasi terpadu. Artinya, per bloknya bisa dihuni hingga 48 orang.
Fasilitas pendukungnya juga disiapkan. Pemerintah menyediakan toilet komunal, instalasi listrik lengkap dengan pencahayaan, plus jaringan air bersih dan sanitasi yang memadai. Semua itu untuk menjamin kebutuhan dasar warga selama mereka tinggal di sini.
Dari sisi konstruksi, huntara ini memakai sistem modular dengan rangka baja ringan. Alasannya simpel: kuat, cepat dibangun, tapi tetap nyaman untuk ditinggali. Proses pengerjaannya berjalan bertahap, mulai dari pondasi, pemasangan rangka, dinding dan atap, sampai ke bagian mekanikal dan elektrikal.
Harapannya jelas: Sabtu depan target penyelesaian bisa tercapai. Warga pun tak perlu menunggu lama untuk pindah dari tempat pengungsian.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Melonjak Rp7.000, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram
Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik dan Penistaan Agama
Bauran Energi Hijau Indonesia Sentuh 15,75 Persen di 2025
Defisit APBN 2025 Sengaja Dibesarkan, Purbaya: Biar Ekonomi Tak Morat-Marit