BNPB Siapkan Mitigasi Bencana untuk Arus Mudik Lebih dari 100 Juta Orang

- Jumat, 13 Februari 2026 | 15:00 WIB
BNPB Siapkan Mitigasi Bencana untuk Arus Mudik Lebih dari 100 Juta Orang

MURIANETWORK.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelar sejumlah langkah antisipasi untuk memitigasi potensi bencana, baik hidrometeorologi maupun geologi, selama periode mudik dan libur Idul Fitri 2026 mendatang. Langkah-langkah ini diambil menyusul prediksi mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang, yang berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana.

Strategi Mitigasi Berbasis Teknologi dan Koordinasi

Dalam upaya sistematisnya, BNPB memanfaatkan platform teknologi InaRISK untuk mengidentifikasi daerah rawan. Tidak hanya itu, lembaga ini juga menyiapkan peta jalur mudik aman bencana sebagai panduan bagi para pemudik. Koordinasi dengan pemerintah daerah pun telah diperkuat melalui surat edaran yang meminta peningkatan kesiapsiagaan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan tersebut mencakup penyusunan rencana operasi, gelar peralatan, hingga persiapan operasi modifikasi cuaca jika dibutuhkan.

“Kemarin menerbitkan surat edaran bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan rencana membuat operasi dan gelar peralatan, dan mempersiapkan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan,” jelas Jati, Jumat (13/2/2026).

Pemantauan Ketat di Titik Rawan

Untuk memastikan implementasi di lapangan berjalan lancar, BNPB bersama pemerintah daerah akan menerjunkan tim khusus. Tim yang dikomandoi pejabat setingkat eselon I ini akan melakukan pemantauan langsung di lokasi-lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas, seperti rest area, terminal, pelabuhan, bandara, dan tempat wisata.

Jati menegaskan bahwa langkah ini merupakan prosedur rutin yang telah terbukti efektif dalam meminimalisir risiko. Kehadiran petugas di titik-titik rawan diharapkan dapat mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar