Di sisi lain, Firnando menyoroti peran kunci Danantara. Entitas pengelola BUMN ini diharapkan bisa menjadi konsolidator yang solid dalam mengawal restrukturisasi.
“Danantara harus jadi penggerak yang tegas dan terukur. Agar BUMN benar-benar pulih, bukan cuma diselamatkan sementara,” tegasnya.
Dengan pengawasan dari DPR RI, kinerja Danantara diharapkan bisa lebih disiplin dan objektif. Orientasinya harus pada keberlanjutan jangka panjang. Firnando meyakini, jika pembenahan ini dilakukan secara konsisten dan akuntabel, dampaknya akan terasa luas. BUMN yang sehat kembali bisa menjadi motor penggerak pembangunan. Kepercayaan investor menguat, stabilitas pasar modal terjaga.
“Ini esensi pengawasan kami,” pungkas Firnando. “Memastikan disiplin pasar berjalan dan BUMN bisa bangkit melalui restrukturisasi yang nyata. Yang berkelanjutan.”
Artikel Terkait
Masjid Negara IKN Ditargetkan Siap Sambut Ramadan 1447 H
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati
Bencana November 2025: 25 Desa di Aceh dan Sumut Terhapus dari Peta
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda