Skripsi, Stres, dan Euforia: Kisah Nyata Mahasiswa di Garis Akhir Kuliah

- Selasa, 06 Januari 2026 | 02:06 WIB
Skripsi, Stres, dan Euforia: Kisah Nyata Mahasiswa di Garis Akhir Kuliah

Meski niatnya mungkin baik, omongan seperti itu kerap bikin overthinking. Apalagi kalau lagi mentok mengerjakan skripsi, rasanya pengin menghilang dari peredaran sementara waktu.

Namun begitu, di balik segala tekanan, ada pelajaran berharga yang didapat.

Proses Menjadi Dewasa

Semester akhir memaksa kita belajar mengatur waktu dengan lebih baik, mengelola emosi, dan sepenuhnya bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Nggak bisa lagi mengandalkan orang lain; ini saatnya berjuang mandiri.

Perlahan-lahan, mental kita ditempa jadi lebih kuat. Walaupun keluhan kerap terlontar, pada akhirnya kita tetap bertahan dan berusaha menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Akhir yang Manis

Perjalanan ini memang tidak mudah. Lelah, stres, dan drama yang mewarnai hari-hari sepertinya akan terbayar lunas di hari wisuda nanti.

Semester akhir bukan cuma tentang skripsi dan kelulusan. Ini adalah masa peralihan, proses pendewasaan sebelum akhirnya terjun ke dunia nyata dunia kerja. Dan ketika semua ini usai, kita akan menengok ke belakang sambil berkata dalam hati, “Aku berhasil melewatinya.”


Halaman:

Komentar