Pemerintah Geser Fokus Bansos ke Lansia dan Disabilitas, Kelompok Produktif Digenjot Pelatihan Kerja

- Jumat, 21 November 2025 | 18:35 WIB
Pemerintah Geser Fokus Bansos ke Lansia dan Disabilitas, Kelompok Produktif Digenjot Pelatihan Kerja

Pemerintah bakal mengubah arah kebijakan bantuan sosial. Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bansos ke depan akan lebih difokuskan untuk kelompok yang benar-benar tidak berdaya secara ekonomi. Lansia dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama.

"Bansos akan difokuskan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu saja yaitu lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang tidak mungkin bertahan tanpa bantuan negara," tegasnya dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF, Jumat (21/11).

Di sisi lain, pendekatan penanganan kemiskinan mengalami perubahan signifikan. Pemerintah kini membedakan perlakuan antara kelompok non-produktif dan mereka yang masih produktif. Kelompok pertama tetap mendapat bantuan sosial, sementara yang kedua akan dialihkan ke program pemberdayaan.

Bagi warga yang masih mampu bekerja, pemerintah punya skema berbeda. Mereka tak lagi diarahkan pada bantuan sosial jangka panjang. Sebaliknya, akan didorong untuk bangkit melalui akses lapangan kerja, peluang usaha, dan berbagai pelatihan keterampilan.

"Sementara mereka yang masih produktif, akan kita dorong untuk bangkit melalui akses lapangan kerja, peluang usaha, pelatihan, dan dukungan untuk mengembangkan keterampilan," jelas Muhaimin.

Niatnya jelas: bantuan sosial tidak boleh jadi penopang permanen. Harusnya jadi pendorong awal bagi keluarga yang sedang kesulitan. "Kita ingin bantuan pemerintah menjadi batu loncatan bukan tempat pemberhentian," katanya lagi.

Lebih jauh, kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi strategi nasional pengentasan kemiskinan. Targetnya sederhana tapi menantang: setiap intervensi sosial harus menghasilkan peningkatan pendapatan dan kemandirian yang berkelanjutan.

Tak cuma itu, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan cepat khusus keluarga miskin ekstrem. Tujuannya agar mereka bisa secepatnya terserap dunia kerja. "Saya sedang mendorong APBN kita untuk membiayai pelatihan cepat untuk keluarga miskin ekstrem," ungkap Muhaimin.

Program pelatihan ini menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap bansos, khususnya bagi masyarakat yang sebenarnya masih punya kemampuan produktif. Pendekatan lama, kata dia, harus ditata ulang agar intervensi pemerintah lebih efektif.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar