Ia bahkan melangkah lebih jauh. Tak sekadar mengajak damai, Rodriguez juga membuka pintu untuk kolaborasi. Pemerintah AS diundang bekerja sama, khususnya dalam hal pembangunan. Sebuah tawaran yang terasa cukup mengejutkan di tengah situasi yang carut-marut.
Namun begitu, langkah Trump sejauh ini terlihat berbeda arah. Usai operasi militer yang berhasil menahan Maduro yang dituduh Washington terlibat dalam sindikat teror dan narkoba presiden AS itu sudah menyatakan maksudnya. AS, kata Trump, akan mengendalikan pemerintahan Venezuela. Ia juga punya keinginan agar perusahaan-perusahaan AS bisa menggarap sumber daya alam negeri itu, terutama minyaknya yang melimpah.
Jadi, di satu sisi ada ajakan damai dan kerja sama dari Caracas. Di sisi lain, Washington sudah bicara soal kendali dan akses ekonomi. Kedua narasi ini bakal berbenturan. Bagaimana kelanjutannya? Situasinya masih sangat cair, dan dunia pasti akan terus menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat
Thailand Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Indonesia 2-1
Pedagang Tahu Bulat di Depok Ditangkap Usai Perlihatkan Kelamin ke Pembeli