Ia bahkan melangkah lebih jauh. Tak sekadar mengajak damai, Rodriguez juga membuka pintu untuk kolaborasi. Pemerintah AS diundang bekerja sama, khususnya dalam hal pembangunan. Sebuah tawaran yang terasa cukup mengejutkan di tengah situasi yang carut-marut.
Namun begitu, langkah Trump sejauh ini terlihat berbeda arah. Usai operasi militer yang berhasil menahan Maduro yang dituduh Washington terlibat dalam sindikat teror dan narkoba presiden AS itu sudah menyatakan maksudnya. AS, kata Trump, akan mengendalikan pemerintahan Venezuela. Ia juga punya keinginan agar perusahaan-perusahaan AS bisa menggarap sumber daya alam negeri itu, terutama minyaknya yang melimpah.
Jadi, di satu sisi ada ajakan damai dan kerja sama dari Caracas. Di sisi lain, Washington sudah bicara soal kendali dan akses ekonomi. Kedua narasi ini bakal berbenturan. Bagaimana kelanjutannya? Situasinya masih sangat cair, dan dunia pasti akan terus menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Kementerian HAM Buka 500 Formasi PPPK, Pendaftaran Dimulai Awal Januari
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama