Ia bahkan melangkah lebih jauh. Tak sekadar mengajak damai, Rodriguez juga membuka pintu untuk kolaborasi. Pemerintah AS diundang bekerja sama, khususnya dalam hal pembangunan. Sebuah tawaran yang terasa cukup mengejutkan di tengah situasi yang carut-marut.
Namun begitu, langkah Trump sejauh ini terlihat berbeda arah. Usai operasi militer yang berhasil menahan Maduro yang dituduh Washington terlibat dalam sindikat teror dan narkoba presiden AS itu sudah menyatakan maksudnya. AS, kata Trump, akan mengendalikan pemerintahan Venezuela. Ia juga punya keinginan agar perusahaan-perusahaan AS bisa menggarap sumber daya alam negeri itu, terutama minyaknya yang melimpah.
Jadi, di satu sisi ada ajakan damai dan kerja sama dari Caracas. Di sisi lain, Washington sudah bicara soal kendali dan akses ekonomi. Kedua narasi ini bakal berbenturan. Bagaimana kelanjutannya? Situasinya masih sangat cair, dan dunia pasti akan terus menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional