Layar televisi pemerintah Venezuela, VTV, menampilkan sosok Delcy Rodriguez duduk di balik sebuah meja di Istana Miraflores. Ia tak sendirian. Dua sosok kunci, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, berada di sampingnya. Pemandangan ini muncul tak lama setelah peristiwa dramatis penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.
Rodriguez, yang kini ditunjuk sebagai pemimpin sementara negara itu, langsung mengambil sikap. Melalui sebuah pernyataan di Telegram, ia menyampaikan pesan terbuka kepada Gedung Putih.
"Hubungan harus didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi," tulisnya.
Intinya jelas: sebuah ajakan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membangun hubungan baru. Bukan permusuhan, melainkan hubungan yang saling menghormati. "Rakyat kita dan kawasan kita layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang," tegas Rodriguez. Suaranya seperti mencoba meredakan ketegangan yang memuncak.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional