Ternyata perhitungannya kini telah mendekati kebenaran. Orang-orang Jipang dan orang-orang Tambak Wedi saling bertempur sendiri.
Ketiga anak muda itu dapat membayangkan, bagaimanakah akhir dari peristiwa ini. Untara akan hadir sebagai pihak ketiga.
Baca Juga: Terjadi Pertarungan Dahsyat di Lereng Merapi
Dan pertempuran akan menjadi semakin kisruh. Hanya prajurit-prajurit Pajang cukup berpengalaman sajalah yang akan dapat menyesuaikan dirinya dalam keadaan yang demikian.
“Apakah Kiai akan segera memberikan tanda itu?”
“O, jangan tergesa-gesa, Ngger. Kita menunggu kekuatan yang ada di padepokan ini berkurang.
Sebentar lagi maka orang-orang Jipang dan orang-orang padepokan ini akan sudah menjadi jauh susut. Dalam pertempuran serupa ini, maka korban akan cepat sekali berjatuhan,”
Agung Sedayu tidak menjawab. Yang menyahut kemudian adalah Swandaru, “Biarlah, kita biarkan saja mereka menumpas diri mereka sendiri.”
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tajuk24.com
Artikel Terkait
Pelatih Persija: Fokus pada Konsistensi, Bukan Pergerakan Rival
Pelajar di Kutai Kartanegara Tikam Teman Sekelas Diduga Akibat Bullying
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.32 WIB, Disusul Subuh 04.42
Malut United Kalah 2-3 dari Persija, Pelatih Apresiasi Semangat Juang Pemain