Ternyata perhitungannya kini telah mendekati kebenaran. Orang-orang Jipang dan orang-orang Tambak Wedi saling bertempur sendiri.
Ketiga anak muda itu dapat membayangkan, bagaimanakah akhir dari peristiwa ini. Untara akan hadir sebagai pihak ketiga.
Baca Juga: Terjadi Pertarungan Dahsyat di Lereng Merapi
Dan pertempuran akan menjadi semakin kisruh. Hanya prajurit-prajurit Pajang cukup berpengalaman sajalah yang akan dapat menyesuaikan dirinya dalam keadaan yang demikian.
“Apakah Kiai akan segera memberikan tanda itu?”
“O, jangan tergesa-gesa, Ngger. Kita menunggu kekuatan yang ada di padepokan ini berkurang.
Sebentar lagi maka orang-orang Jipang dan orang-orang padepokan ini akan sudah menjadi jauh susut. Dalam pertempuran serupa ini, maka korban akan cepat sekali berjatuhan,”
Agung Sedayu tidak menjawab. Yang menyahut kemudian adalah Swandaru, “Biarlah, kita biarkan saja mereka menumpas diri mereka sendiri.”
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tajuk24.com
Artikel Terkait
BGN Tindak Tegas 362 Unit Layanan Gizi di Jawa, 41 Diantaranya dalam 5 Hari
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan PT DSI untuk Restitusi Korban Rp2,4 Triliun
Mentan: Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer