Anggaran sebesar Rp6 triliun telah ditetapkan untuk Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada tahun 2026. Angka yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) itu bukanlah jumlah main-main. Basuki Hadimuljono, sang Kepala OIKN, langsung menegaskan bahwa amanah sebesar itu harus diimbangi dengan tanggung jawab yang setimpal.
"Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membelanjakan uang negara dengan sebaik-baiknya," tegas Basuki dalam pernyataannya, Jumat (2/1/2026).
Dia melanjutkan, "Agar betul-betul dimaknai amanah ini dan hindarkan diri dari conflict of interest dalam setiap pengambilan keputusan."
Dengan kata lain, pesannya jelas: anggaran besar ini harus dikelola dengan hati-hati dan bersih. Di sisi lain, OIKN sendiri tampak optimis. Mereka yakin, dengan DIPA yang sudah turun dan perangkat anggaran yang lengkap, program pembangunan IKN di tahun depan bisa berjalan lebih efektif. Tepat sasaran, dan tentu saja, memberi manfaat nyata.
Artikel Terkait
Jakarta Timur Terapkan WFH untuk ASN, Kecuali Pelayanan Langsung
Bali United Uji Momentum Usai Kemenangan Besar, Arel Siap Hadapi Reunian di Bandung
Presiden Prabowo Lantik Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim Konstitusi
WFH ASN Resmi Dimulai, Airlangga Sebut Potensi Hemat APBN Rp6,2 Triliun