Nah, soal waktu penyaluran untuk 2026, Rizal belum mau merinci bulan apa saja. Tapi satu hal yang ditegaskannya: Bulog siap. Pasalnya, stok beras di gudang mereka per 2 Januari lalu sudah menumpuk lebih dari 3 juta ton. Stok yang melimpah itu jadi modal kuat.
Di sisi lain, Rizal mengakui bahwa periode penyaluran yang lebih panjang punya dampak positif. Tapi, semua pelaksanaannya tetap harus mengikuti arahan pemerintah. Tujuannya jelas, agar pengelolaan anggaran bisa terukur, akuntabel, dan selaras dengan prioritas nasional yang sudah ditetapkan.
Program bantuan pangan pemerintah ini bentuknya berupa beras 10 kilogram per keluarga per bulan. Upaya ini bukan sekadar bagi-bagi sembako, tapi lebih dari itu: menjaga ketahanan pangan rumah tangga dan melindungi kelompok rentan dari gejolak harga serta tekanan ekonomi yang tak menentu. Sebuah langkah konkret di tengah situasi yang serba tidak pasti.
Artikel Terkait
Percikan di Botol Sampanye Picu Malapetaka di Bar Swiss, 40 Tewas
Jay Idzes: Tulang Punggung yang Mengerek Harga Pasar Sassuolo
Pabrik Eropa Lesu, Asia Bangkit Diterjang Gelombang AI
BSU Rp600 Ribu untuk 2026: Kapan Jadwalnya Diumumkan?