Kemensos Siapkan Anggaran untuk Korban Bencana Sumatra
JAKARTA Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, akhirnya merilis rincian bantuan untuk warga Sumatra yang terdampak bencana. Intinya, ada anggaran khusus yang disiapkan. Untuk setiap keluarga korban banjir yang sudah menempati hunian sementara atau tetap, akan diberikan santunan sebesar Rp3 juta. Uang itu khusus untuk membeli perabot rumah tangga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan hal ini dalam sebuah rapat koordinasi di DPR, Selasa lalu. Rapat itu digelar bersama Satgas Pemulihan Pasca-Bencana.
"Bagi keluarga yang terdampak setelah memasuki huntara atau hunian tetap, kami setelah berkoordinasi dengan Pak Seskab dan juga dengan Menteri Keuangan akan memberikan bantuan Rp3 juta untuk membeli isian rumah," ujar Gus Ipul.
"Entah itu alat-alat dapur atau juga alat-alat rumah tangga yang lain," tambahnya.
Namun begitu, bantuan itu bukan satu-satunya. Pemerintah ternyata juga punya program lain yang lebih besar nominalnya. Ada dana segar senilai Rp5 juta per keluarga yang disiapkan untuk pemulihan ekonomi. Tujuannya jelas: memberdayakan warga agar bisa bangkit kembali.
"Nanti akan dilakukan asesmen beserta pemerintah daerah, akan diberikan bantuan sebesar Rp5 juta per keluarga dalam kerangka pemberdayaan dan pemulihan ekonomi," kata Gus Ipul lagi.
Di sisi lain, untuk korban jiwa, proses penyaluran santunan sudah berjalan. Pemerintah memberikan Rp15 juta kepada ahli waris setiap korban meninggal. Sementara untuk korban luka berat, besaran bantuannya adalah Rp5 juta.
Gus Ipul menyebut, hingga hari ini, setidaknya 86 ahli waris di tiga wilayah Pidie Jaya, Pidie, dan Sibolga telah menerima santunan tersebut.
"Beberapa lagi sudah dalam proses dan semuanya kami salurkan setelah ditandatangani oleh bupati, wali kota," jelasnya menutup penjelasan.
Jadi, skema bantuannya cukup berlapis. Mulai dari santunan duka, bantuan perabot, hingga modal pemulihan ekonomi. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana yang melanda.
Artikel Terkait
Bapanas: Cuaca Ekstrem Hambat Panen, Picu Lonjakan Harga Cabai Rawit
Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste Usai Dili Buka Kasus HAM terhadap Junta
MUI Tegaskan Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan Tak Perlu, Sosialisasi Kunci Utama
Anggota DPR Kritik Pernyataan Jokowi Soal Tak Berperan dalam Revisi UU KPK 2019