Sementara itu, di lokasi lain, Wamenkeu Thomas Djiwandono melakukan pemantauan di KPPN Jakarta III dan Jakarta VII. Fokusnya lain lagi: bagaimana agar penyerapan anggaran 2026 bisa optimal sejak hari pertama. Hal ini, menurutnya, krusial untuk mendongkrak target pertumbuhan ekonomi nasional.
"Target pertumbuhan ekonomi ke depan menjadi landasan penting dalam mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen. Oleh karena itu, percepatan penyaluran anggaran sesuai dengan tugas dan fungsi DJPb perlu terus diupayakan, sejalan dengan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah,"
kata Thomas.
Instruksinya jelas: DJPb harus aktif mendampingi satker. Tujuannya agar eksekusi anggaran tahun depan tepat waktu dan sesuai aturan. Ia juga menekankan perlunya identifikasi kolaborasi dalam program prioritas. Dengan begitu, dampak belanja pemerintah benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
"Kementerian Keuangan menegaskan komitmen untuk mengawal setiap rupiah dalam APBN agar tersalurkan secara tepat sasaran, akuntabel, dan selaras dengan visi pembangunan nasional,"
pungkasnya.
Jadi, sembari menutup tahun 2025 dengan rapi, persiapan untuk 2026 sudah digas penuh. Marathon anggaran terus berlanjut.
Artikel Terkait
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen