Harapan Baru di Kaki Gamalama: Kakek Subuh dan Cucunya Kembali Punya Rumah dan Sekolah

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:45 WIB
Harapan Baru di Kaki Gamalama: Kakek Subuh dan Cucunya Kembali Punya Rumah dan Sekolah

Di kaki Gunung Gamalama yang megah, ada sebuah kampung kecil bernama Sulamadaha. Di sanalah Subuh Kapita, seorang kakek 78 tahun, menghabiskan hari-harinya. Kehidupan memang tak mudah baginya. Tapi belakangan, raut wajahnya mulai sering dihiasi senyum. Pasalnya, cucu kesayangannya, Rafli Guntur yang berusia 12 tahun, akhirnya bisa kembali bersekolah.

Ini berkat program bantuan sosial dari Kementerian Sosial, salah satunya Sekolah Rakyat. Bagi Subuh, kesempatan ini adalah sebuah anugerah.

Dulu, kesehariannya berat sekali. Sejak ayah Guntur meninggal dan ibunya mengalami gangguan psikologis, Subuh menanggung segalanya sendirian. Mulai dari mencari kayu bakar, berkebun, sampai memastikan sang cucu tetap terpenuhi makan dan pendidikannya. Mereka tinggal ber tiga Subuh, anak perempuannya, dan Guntur di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Dindingnya dari papan lapuk, lantainya tanah. Kalau hujan turun, air dengan mudah menetes dari atap. Subuh cuma bisa geser-geser tikar supaya Guntur tidak basah kedinginan. Untuk mandi dan cuci, mereka mengandalkan sebuah kubangan kecil berpagar terpal, itulah satu-satunya fasilitas MCK yang mereka punya.

Meski begitu, jarang terdengar keluhan dari mulut kakek tua ini. Doanya cuma satu: semoga Guntur kelak hidup lebih baik.

Harapan itu pelan-pelan mulai jadi kenyataan. Menurut sejumlah saksi, Kementerian Sosial akhirnya menyalurkan bantuan ATENSI dan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni untuk keluarga Subuh. Setelah ada survei dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico di Mei 2025 lalu, proses renovasi pun digarap.

Dan ketika saya temui beberapa waktu yang lalu, perubahan itu sudah nyata terlihat. Rumahnya kini berdiri lebih kokoh, dengan dinding tembok dan atap yang baru menggantikan kayu lapuk.

“Sudah selesai, jadi bagus sekarang, alhamdulillah. Tinggal menunggu diresmikan,”

kata Subuh suatu Sabtu di akhir Desember 2025, sambil tersenyum lega.

Ketenangan itu makin lengkap ketika Guntur diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Program ini jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan didukung penuh oleh Kemensos. Tujuannya jelas: memberi pendidikan gratis berbasis asrama untuk anak-anak dari keluarga paling membutuhkan.

“Senang sekali, semoga dia (Guntur) bisa belajar dengan baik dan supaya berprestasi. Saya sudah tua, tidak bisa lagi bantu banyak. Bersyukur sekali ada Sekolah Rakyat ini,”

ucap Subuh lagi.

Guntur yang duduk di sampingnya hanya menunduk malu, jari-jarinya memegangi batok kelapa muda yang baru separuh dihabiskannya. Di halaman, pohon kelapa dan pala tumbuh subur dulu, di situlah dia sering memanjat untuk membantu sang kakek.

Namun begitu, ada perubahan yang jelas terasa. Sejak bersekolah di SRMP, Guntur tumbuh jadi lebih mandiri. Dia sudah bisa mencuci bajunya sendiri, dan rajin membantu pekerjaan rumah tanpa disuruh. Sebuah harapan baru, yang kini benar-benar hidup di kaki Gamalama.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar