Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pengembangan fitur ini adalah bagian dari transformasi digital bank yang terus berjalan. Tujuannya sederhana: memenuhi ekspektasi nasabah yang menginginkan layanan keuangan terpadu dan berorientasi jangka panjang.
Di sisi lain, pilihan produknya juga cukup beragam. Mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, sampai saham. Untuk menghadirkannya, BRI menggandeng enam manajer investasi. Beberapa di antaranya adalah PT BRI Manajemen Investasi, PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Trimegah Asset Management. Lalu ada juga nama besar seperti Schroders, Manulife, dan Ashmore.
Hingga saat ini, sudah ada 38 produk Reksa Dana yang terintegrasi penuh dalam ekosistem digital BRI lewat BRImo.
Dhanny kembali menambahkan bahwa langkah ini adalah upaya strategis. BRImo ingin lebih dari sekadar aplikasi bank, tapi menjadi platform gaya hidup yang menjawab kebutuhan finansial modern.
Jadi, dengan fitur baru ini, BRI sepertinya serius ingin membuat investasi bukan lagi hal yang rumit. Semua bisa dimulai dari genggaman tangan.
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek