Menteri PU Kerahkan Pekerja 24 Jam, Targetkan Jalan Aceh Pulih dalam 4 Hari

- Jumat, 26 Desember 2025 | 09:30 WIB
Menteri PU Kerahkan Pekerja 24 Jam, Targetkan Jalan Aceh Pulih dalam 4 Hari

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, tak main-main. Dia langsung memerintahkan petugas lapangan untuk bekerja tanpa henti, 24 jam sehari. Tujuannya jelas: mempercepat pemulihan jalan-jalan di Aceh yang porak-poranda akibat banjir dan longsor.

Targetnya ambisius tapi mendesak. Dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan, Kementerian PU berharap fungsi jalan nasional di Aceh Tamiang bisa pulih optimal. Kalau ini tercapai, aktivitas warga dan yang paling krusial distribusi logistik bisa kembali lancar.

“Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu,” tegas Menteri Dody dalam keterangannya, Minggu lalu.

“Pagi sampai sore mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri, kemudian malam hingga subuh fokus membersihkan area tengah kota. Ada shift kerjanya,” ujarnya menjelaskan skema penanganan yang ketat.

Bencana ini sendiri merusak tiga ruas jalan di provinsi tersebut. Satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah. Fokus pekerjaan sekarang adalah membersihkan tumpukan lumpur dan sedimentasi yang menutupi badan jalan.

Untuk jalan nasional, penanganan terkonsentrasi di Ruas Jalan Kota Kuala Simpang hingga perbatasan Sumatera Utara. Kabar baiknya, meski jalan tertimbun, seluruh jembatan nasional di wilayah itu dilaporkan masih dalam kondisi baik dan bisa dilintasi. Ini sedikit memberi angin segar untuk akses transportasi.

Namun begitu, tantangan di lapangan nyata adanya. Lalu lintas yang padat dari pagi hingga sore hari disebut menjadi kendala serius, memperlambat pekerjaan.

“Memang kendalanya di lapangan lalu lintas dari pagi sampai sore sangat kuat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit,” aku Menteri Dody. “Tapi manfaatkan juga waktu malam,” pintanya, menekankan pentingnya memanfaatkan setiap detik.

Saat ini, upaya darurat telah menjangkau sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Pembersihan masih berpusat pada lumpur di bahu dan pinggir jalan. Material itu bukan cuma dari alam, tapi juga berasal dari warga yang membuang sisa kotoran dari rumah mereka ke sisi jalan.

Demi mengejar target, puluhan unit alat berat dan truk telah dikerahkan. Di Aceh Tamiang saja ada 22 unit alat berat dan 10 dump truck. Tapi rupanya, itu belum cukup. Terutama di kawasan Kota Kuala Simpang, meski sudah ada 21 unit, masih dibutuhkan tambahan.

“Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi,” tutur Menteri Dody.

“Saya sudah meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa kita sewa.”

Jadi, kerja maraton itu terus berlangsung. Semua berharap dalam hitungan hari, jalan-jalan itu kembali hidup dan menghubungkan kembali kehidupan warga Aceh yang terdampak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar