BNI Pacu Program Rumah Rakyat, 50 Ribu Unit Diserahkan dalam Akad Massal

- Rabu, 24 Desember 2025 | 17:15 WIB
BNI Pacu Program Rumah Rakyat, 50 Ribu Unit Diserahkan dalam Akad Massal

Di sebuah acara yang cukup ramai di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, akhir pekan lalu, komitmen BNI untuk program perumahan nasional kembali ditegaskan. Bank BUMN ini memang serius mendukung agenda pemerintah, khususnya lewat penyaluran KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuannya jelas: ikut menyukseskan Program 3 Juta Rumah dan mengurangi backlog yang selama ini jadi persoalan.

Acara akad massal yang digelar secara hibrid itu cukup besar skalanya. Total ada 50.030 unit rumah yang diikat dalam perjanjian. Hanya 300 akad yang dilangsungkan langsung di lokasi, melibatkan 11 bank. Sementara sisanya, hampir 50 ribu unit, ditandatangani secara daring oleh puluhan bank lain di lebih dari seratus titik di seluruh Indonesia. Suasana di Serang sendiri terasa khidmat, dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait.

Dari pihak BNI, Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan hadir memimpin jajarannya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan posisi bank.

“BNI berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Putrama. Ia menekankan, upaya mereka difokuskan pada penyediaan hunian layak dan terjangkau dengan proses yang mudah dan cepat.

Tak hanya seremonial akad, acara juga diwarnai momen haru serah terima kunci simbolis. Sepuluh perwakilan MBR dari beragam profesi guru, pelaku UMKM, buruh, nelayan, hingga anggota TNI akhirnya bisa memegang kunci rumah impian mereka. Momen itu seperti menjadi gambaran nyata dari program yang selama ini digaungkan.

Di sisi lain, komitmen BNI ternyata tak berhenti di tahun ini. Baru beberapa hari setelah acara akad massal, mereka kembali mendapat mandat baru untuk 2026. Kuotanya tidak main-main: 17.356 unit KPR FLPP. Penandatanganan kerjasama dengan Kemen PUPR dan BP Tapera dilakukan di Jakarta, diikuti oleh 43 bank penyalur lainnya. BNI sendiri masuk dalam jajaran 10 bank dengan alokasi terbesar.

Rian Eriana Kaslan, Direktur Network & Retail Funding BNI, yang hadir mewakili bank, menyambut baik penugasan ini. Baginya, ini adalah bentuk kesinambungan peran BNI sebagai agen pembangunan.

"Dengan jaringan kami yang luas dan sinergi yang solid dengan BP Tapera serta Kemen PUPR, kami yakin penyaluran tahun depan bisa tepat sasaran,” jelas Rian. Ia juga menambahkan optimisme bahwa program ini akan memudahkan MBR memiliki rumah pertama.

Ke depannya, BNI tampaknya akan menggenjot peran seluruh jaringannya. Mulai dari persiapan debitur, dukungan teknis untuk akad hibrid, hingga edukasi ke masyarakat tentang skema KPR FLPP. Strateginya komprehensif.

Pada akhirnya, yang dilakukan BNI ini lebih dari sekadar menyalurkan kredit. Mereka ingin membangun fondasi kesejahteraan yang nyata. Dengan kontribusi berkelanjutan di sektor perumahan, bank ini berharap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan tentu saja, berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar