JAKARTA - Setelah sempat kabur dan menabrak petugas, akhirnya nasib Taruna Fariadi berujung di balik rompi oranye. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara itu baru saja menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Operasi tangkap tangan di Kalimantan Selatan itu benar-benar berakhir buruk baginya.
Dia terlihat sudah mengenakan rompi tahanan, tangan terborgol. Wajahnya menunduk.
Saat digiring menuju mobil tahanan, Taruna memilih bungkam. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media tak digubrisnya sama sekali. Dia hanya menyatukan kedua tangan, lalu masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke rumah tahanan. Langkahnya cepat, tanpa kata.
Artikel Terkait
Korban Jiwa Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30%, Arus Diklaim Lancar
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun