Bencana banjir bandang di Bener Meriah, Aceh, memang sudah reda. Tapi urusannya belum selesai. Bagi 92 warga Jawa Tengah yang terjebak di sana, perjalanan pulang ke rumah masih jadi halangan besar. Nah, pemerintah akhirnya turun tangan untuk memulangkan mereka.
Sabtu lalu, tepatnya tanggal 20 Desember 2025, sebuah pesawat yang disiapkan BNPB lepas landas dari Bandara Rembele. Tujuannya? Jakarta. Rombongan warga yang sebelumnya mengungsi di posko SMP Negeri 5 Bukit itu diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Dari ibukota, perjalanan mereka lanjut ke kampung halaman di Jawa Tengah.
“Negara harus hadir,” tegas Nunung Nuryartono, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM.
“Ini soal tanggung jawab. Kami ingin memastikan keselamatan dan perlindungan bagi mereka yang terdampak. Dengan dipulangkan, para pengungsi bisa kembali ke keluarga dan mulai lagi hidupnya,” ujarnya.
Koordinasi untuk operasi ini digalang oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat. Menurut data, sebagian besar yang dipulangkan berasal dari Cilacap (55 orang) dan Brebes (33 orang). Sisanya, tiga orang dari Kebumen dan satu warga Grobogan.
Nah, sampai di Jakarta bukan berarti urusan selesai. Di sisi lain, masih ada perjalanan darat yang harus ditempuh. Untuk itu, Kemenko PM bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan menyediakan tiga unit bus. Tugasnya mengantar warga dari Jakarta menuju kabupaten masing-masing.
Soal akomodasi selama transit di ibukota, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang mengurus. Sementara, proses penerimaan sampai mereka benar-benar tiba di rumah, diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.
Langkah ini jelas bukan sekadar mengantar pulang. Ini komitmen nyata upaya pemerintah memastikan perlindungan dan pemulihan sosial berjalan, sekaligus menjaga agar prosesnya aman dan tertib. Menurut sejumlah saksi di lokasi, suasana keberangkatan terlihat haru, namun penuh harap.
Ke depan, Kemenko PM menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Baik kementerian/lembaga maupun pemda, untuk mendukung pemulihan pascabencana. Bencana mungkin datang tiba-tiba, tapi bantuan, semoga, tidak berhenti sampai di sini.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Rusia Peringatkan Ketegangan AS-Iran Bak Bom Waktu
Krakatau Osaka Steel Tutup April 2026, Tertekan Banjir Baja Impor Murah China
Inggris Luncurkan Program Akselerator Pendanaan Iklim di Indonesia
Menperin Soroti Pertumbuhan Manufaktur Tembus 5,17%, Ungguli Ekonomi Nasional