Di Serang, Banten, Sabtu lalu, suasana terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara akad massal KPR FLPP untuk lebih dari 50 ribu penerima. Tapi yang menarik perhatian justru siapa yang duduk di sebelahnya.
Bukan pejabat tinggi atau pengusaha. Presiden justru duduk berdampingan dengan Ayu, seorang asisten rumah tangga, dan Fauzi Nurdian, seorang pedagang seblak. Mereka adalah dua dari puluhan ribu orang yang hari itu menerima kunci rumah subsidi. Posisi duduk itu bukan kebetulan. Menurut sejumlah saksi, momen itu terasa seperti simbol nyata negara hadir dan berpihak pada warga kecil.
“Jadi sekarang, hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh. 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah.”
Ucap Prabowo di hadapan ribuan orang.
“Jadi Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan,” tambahnya.
Acara itu sekaligus menegaskan, program perumahan ini benar-benar menyasar mereka yang kerap kesulitan. Bayangkan, seorang penjual seblak atau ART dengan penghasilan pas-pasan, akhirnya bisa punya rumah sendiri. Itu pesan yang kuat.
Artikel Terkait
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Insider Trading Rp467 Miliar
KPK Bergerak di Banjarmasin, Kantor Pajak Jadi Sasaran OTT
Tanggal Lahir Palsu: Bocah Pintar Bobol Batas Usia di Platform Digital