Jadi, di mana letak apresiasinya pada Trump? Putin rupanya memisahkan antara niat seseorang dengan realitas di lapangan. Dia menilai Trump benar-benar ingin perdamaian, tapi menurutnya, masalahnya bukan di AS. Tanggung jawab untuk menghentikan perang ini, klaim Putin, justru ada di pundak Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya.
Negara-negara Barat lah yang dianggapnya sebagai penghalang perdamaian, karena terus mendukung Kiev tanpa henti.
Di sisi lain, tentu saja, Kiev punya jawaban sendiri. Ukraina dengan keras menolak semua tuntutan Rusia itu. Mereka bertekad tidak akan menyerahkan sejengkal pun wilayah mereka, titik. Jadi, meski ada pujian untuk Trump yang mengambang di udara Moskow, jalan buntu antara kedua negara yang bertempur ini terlihat masih sangat panjang dan sulit.
Artikel Terkait
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono
Arus Balik Diprediksi Puncak Besok, Bakauheni Sudah Padat Sejak Hari Ini