Jadi, di mana letak apresiasinya pada Trump? Putin rupanya memisahkan antara niat seseorang dengan realitas di lapangan. Dia menilai Trump benar-benar ingin perdamaian, tapi menurutnya, masalahnya bukan di AS. Tanggung jawab untuk menghentikan perang ini, klaim Putin, justru ada di pundak Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya.
Negara-negara Barat lah yang dianggapnya sebagai penghalang perdamaian, karena terus mendukung Kiev tanpa henti.
Di sisi lain, tentu saja, Kiev punya jawaban sendiri. Ukraina dengan keras menolak semua tuntutan Rusia itu. Mereka bertekad tidak akan menyerahkan sejengkal pun wilayah mereka, titik. Jadi, meski ada pujian untuk Trump yang mengambang di udara Moskow, jalan buntu antara kedua negara yang bertempur ini terlihat masih sangat panjang dan sulit.
Artikel Terkait
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan