Gaya hidup mewah para hakim memang kerap jadi bahan omongan. Soalnya, gaji dan tunjangannya sebesar apa pun rasanya tak mungkin membuat mereka bergelimang harta.
Anggota Komisi Yudisial, Setyawan Hartono, kembali menyoroti persoalan ini. Pengalamannya dulu sebagai Inspektur Wilayah Bawas MA jadi latar belakang pernyataannya.
Dia bercerita, dulu setiap ke pengadilan, matanya selalu tertuju ke area parkir. Yang dia perhatikan adalah mobil-mobil yang dipakai para hakim. Ragamnya, menurutnya, sangat mencolok.
"Jadi saya dulu juga waktu di Bawas itu kalau ke pengadilan selalu lihat pertama saya lihat di parkiran ya isinya itu apa? Apa mobil sekelas Avanza? Naik Innova? Atau mungkin yang bisa juga ada Jaguar di situ,"
kata Setyawan di Gedung KY, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2025).
Dari situ saja, Setyawan merasa bisa menilai integritas seorang hakim. Alasannya sederhana: penghasilan resmi seorang hakim, meski terbilang besar, sebenarnya tak cukup untuk gaya hidup yang berlebihan.
"Bagi kami itu sudah bagian bisa melihat integritas di situ. Jadi karena nggak mungkin ya meskipun tunjangan hakim itu cukup besar tapi tidak, tidak akan menjadikan hakim itu kaya,"
tuturnya lagi.
Pernyataannya ini tentu menyisakan tanda tanya. Di satu sisi, hakim juga manusia yang punya kebutuhan. Namun begitu, ketika kemewahan yang ditampilkan jauh melampaui hitungan logis, wajar saja jika publik dan institusi seperti KY mulai bertanya-tanya. Dari mana semuanya berasal?
Artikel Terkait
Survei: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 79,9%, Pemerintah Fokus Percepat Program
Militer Israel Tewaskan 4 Orang di Rafah, Sebut Pelanggaran Gencatan Senjata
Cara Cek Status Keaktifan BPJS Kesehatan: Via Aplikasi, WhatsApp, hingga Telepon
VinFast Andalkan Layanan dan Ekosistem untuk Bangun Kepercayaan di Pasar Indonesia