“Uluran tangan dari warga masyarakat telah banyak bantu upaya tanggap darurat. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf sudah mencoba menerjemahkan makna di balik bendera putih itu. Bagi dia, simbol tersebut punya banyak lapisan makna.
“Kalau kita artikan menurut kacamata saya, mulai dari solidaritas, simpatisan dan rasa ingin dibantu. Ya seperti itu,” kata Muzakir.
Lebih lanjut, Gubernur menyatakan bendera putih itu adalah harapan akan perhatian, sekaligus bentuk protes halus. Warga, ujarnya, merasa penanganan bencana masih belum memadai. Masalah utamanya berkisar pada distribusi logistik dan akses jalan yang hingga kini masih banyak tertutup. Kerja sama pemerintah daerah dan pusat dinilai perlu ditingkatkan lagi untuk menembus kendala-kendala teknis tersebut.
Artikel Terkait
Tanggal Lahir Palsu: Bocah Pintar Bobol Batas Usia di Platform Digital
Eyang Meri, Istri Hoegeng, Beristirahat di Sisi Sang Legenda
Khamenei Tolak Syarat Trump, Tapi Negosiasi Nuklir Iran-AS Tetap Berjalan
Diplomasi Nuklir AS-Iran Tetap Jalan di Tengah Insiden Militer yang Memanas