Pemerintah Siapkan Formula Bea Keluar Batu Bara, Berlaku Saat Harga Melambung

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:25 WIB
Pemerintah Siapkan Formula Bea Keluar Batu Bara, Berlaku Saat Harga Melambung

Pemerintah lagi sibuk menyiapkan aturan baru soal bea keluar untuk batu bara. Intinya sih, ini bagian dari upaya mereka buat ngelola sumber daya alam lebih optimal sekaligus nambahin pemasukan negara. Nggak cuma asal ambil, tapi memang ada hitung-hitungannya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bilang langkah ini sejalan banget sama amanat UUD 1945 Pasal 33. Itu lho, pasal yang sering dikutip Presiden soal bumi, air, dan kekayaan alam yang harus dikelola buat sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Kita akan kenakan biaya/bea ekspor apabila harga pasarnya itu sudah mencapai angka tertentu. Formulasinya kami lagi buat,” ujar Bahlil di kantornya, Jumat lalu.

Jadi, logikanya sederhana. Kalau harga batu bara di pasar global lagi tinggi dan perusahaan-perusahaan eksportir untung besar, ya wajar kalau negara minta bagian lewat bea keluar. Tapi Bahlil nggak mau kebijakan ini jadi beban.

Di sisi lain, pemerintah nggak akan sembarangan nerapin aturan ini. Mereka janji cuma akan kenakan bea ke perusahaan yang dianggap layak, dan itu pun cuma saat harga internasional lagi benar-benar bagus. “Jadi kalau harganya rendah, perusahaan kan profitnya kan kecil. Kalau kita kenakan bea keluar, itu bukan kita membantu dia,” jelasnya.

Menurut Bahlil, negara juga harus fair. “Syukur kalau untungnya masih ada, kalau rugi? Negara juga harus fair,” katanya lagi.

“Kalau nilai jualnya besar, harga ekspornya besar, ya wajar untuk kemudian negara meminta agar mereka membayar bea keluar,” tambahnya.

Soal detailnya, tim dari Kementerian ESDM dan kementerian lain masih sibuk ngitung formula yang pas. Mereka pengen cari titik tengah: kebijakan ini nggak boleh bikin pelaku usaha kelabakan, tapi juga harus bisa kasih tambahan pendapatan yang signifikan buat negara. Pertanyaannya, berapa sih batas harga yang bakal jadi pemicu bea keluar itu?

Bahlil mengaku angka pastinya belum bisa dipastikan. “Lagi dihitung, tim saya masih menghitung,” ucapnya singkat. Jadi, kita tunggu aja hasil finalnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar