“Target pertumbuhan 8 persen membutuhkan instrumen yang siap bekerja,” tegasnya.
Baginya, kawasan industri ibarat mesin pertumbuhan yang efektif. Ia mampu mendorong tiga hal sekaligus: investasi, hilirisasi, dan yang tak kalah penting, penyerapan tenaga kerja secara cepat.
Di sisi lain, peran Kemlu dinilai sangat krusial. Diplomasi yang selama ini dilakukan perlu diarahkan agar minat investor internasional tidak sekadar wacana. Mereka harus dibawa ke sektor dan lokasi yang benar-benar siap menerima. Dengan begitu, setiap pembicaraan di meja diplomasi punya peluang besar berujung pada realisasi yang nyata di lapangan.
Kerja sama ini, pada akhirnya, ingin memastikan bahwa upaya menarik investor tidak berhenti di promosi. Tapi langsung menuntun mereka ke pintu yang tepat.
Artikel Terkait
Stiglitz Peringatkan Ancaman Stagflasi di AS Akibat Eskalasi Perang Timur Tengah
93% Pekerja Samsung Setuju Mogok, Pasokan Chip Global Terancam
Perempuan Tewas dalam Kebakaran Gudang di Kulonprogo Saat Keluarga Salat Id
Banjir Rendam Permukiman di Pekayon Saat Idulfitri, Warga Mengungsi