Asap masih mengepul lemah dari Gul Plaza, Senin (19/1), sementara petugas pemadam mulai menyisir reruntuhan. Puing-puing itu adalah sisa-sisa pusat perbelanjaan yang baru saja dilalap api hebat di Karachi.
Korban jiwa, sayangnya, sudah berjatuhan. Menurut laporan Reuters, sedikitnya 14 orang meninggal dunia. Namun, situasinya masih mencekam karena 60 orang lainnya hingga kini dinyatakan hilang. Nasib mereka masih jadi tanda tanya besar.
Gedung yang jadi pusat perhatian ini bukan sembarang mal. Letaknya di jantung kawasan bersejarah Karachi, dan di dalamnya berjejal sekitar 1.200 toko. Bangunan bertingkat itu biasanya ramai oleh pemburu barang dan penjual.
Tapi sekarang, yang tersisa hanya kesunyian yang mengerikan. Pencarian korban terhambat berat karena struktur gedung sudah tidak stabil. Setiap langkah petugas di atas reruntuhan bisa berisiko, membuat pekerjaan mereka jadi sangat berhati-hati dan lambat.
Di sisi lain, suasana di sekitar lokasi justru sesak. Ratusan orang memadati area, menyaksikan dengan perasaan campur aduk. Di antara kerumunan itu, terlihat wajah-wajah pemilik toko yang hancur. Bagi mereka, ini bukan sekadar kehilangan barang. Hasil keringat dan kerja keras seumur hidup, lenyap jadi abu dalam waktu semalam.
Menurut sejumlah saksi, malapetaka ini mulai terjadi pada Sabtu (17/1) malam. Api diduga bermula dari sebuah toko di lantai dasar. Dari sana, kobaran dengan cepat menjalar naik, melahap lantai demi lantai tanpa ampun. Hanya dalam hitungan jam, pusat keramaian itu berubah jadi kuburan besi dan beton.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday