Jembatan Bailey Bireuen Ditargetkan Beroperasi Kamis Ini

- Kamis, 18 Desember 2025 | 00:40 WIB
Jembatan Bailey Bireuen Ditargetkan Beroperasi Kamis Ini

Progres pembangunan jembatan bailey di Bireuen, Aceh, terus melaju. Targetnya, jembatan yang jadi prioritas Presiden Prabowo ini bisa rampung dan beroperasi pekan ini. Hingga Senin kemarin, pengerjaan sudah mencapai 85 persen. Kalau lancar, Kamis besok warga sudah bisa melintasinya.

“Jembatan sedang dalam tahap penyelesaian dan sudah rampung sekitar 85 persen,” kata Ahyar, seorang warga yang melaporkan perkembangan di lokasi.

Ia menambahkan, dari keterangan penanggung jawab setempat, dalam tiga hari ke depan akses sudah bisa dibuka. “Sudah bisa dilalui masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, lokasi ini adalah jalur alternatif vital yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh. Lebih dari itu, ruas ini juga jadi penghubung utama antara Kecamatan Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng di Kabupaten Bireuen. Sayangnya, banjir bandang disusul longsor beberapa waktu lalu merusak parah jalur tersebut. Badan jalan terbelah oleh derasnya aliran air, membuat akses darat terputus total.

Di sisi lain, respons pemerintah dinilai cepat. Warga pun merasa lega. “Alhamdulillah, kami masyarakat sangat terbantu,” tutur Ahyar.

Ia menyampaikan apresiasi langsung. “Sekali lagi ribuan terima kasih kepada Bapak Presiden.”

Sejak bencana melanda, Presiden Prabowo memang tercatat sudah tiga kali datang ke Aceh. Tidak hanya di sana, ia juga meninjau langsung daerah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Komitmennya untuk pemulihan pascabencana terus ditegaskan.

Bahkan, dalam sebuah rapat kabinet di Istana Negara, Presiden menyatakan rencananya untuk rutin memantau perkembangan.

“Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu,” kata Prabowo.

Jadi, selain percepatan pembangunan fisik, ada janji pendampingan berkelanjutan dari pusat. Untuk warga Bireuen, kehadiran jembatan bailey ini bukan cuma soal konektivitas. Tapi juga penanda bahwa mereka tidak dilupakan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar