BNI Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Strategi Hadapi Dinamika 2026

- Selasa, 16 Desember 2025 | 12:30 WIB
BNI Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Strategi Hadapi Dinamika 2026

“Masa jabatan Bapak Suminto sebenarnya sudah berakhir sejak 8 Oktober. RUPSLB ini hanya mengukuhkan pemberhentiannya secara formal,” jelas Putrama.

Untuk mengisi kekosongan itu, Febrio Nathan Kacaribu diangkat sebagai Komisaris baru. Febrio bukan nama baru di lingkaran kebijakan, mengingat posisinya saat ini sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal di Kemenkeu.

Di sisi lain, kinerja keuangan BNI hingga kuartal III 2025 ternyata cukup solid. Di tengah gejolak ekonomi global, bank ini masih mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,5% secara tahunan, menjadi Rp812 triliun. Yang menarik, pertumbuhannya merata di semua segmen, mulai dari korporasi, menengah, UMKM, hingga konsumer.

Dana pihak ketiga juga tumbuh pesat, 21,4% YoY, didorong oleh kenaikan dana murah (CASA) dan deposito. Pertumbuhan deposito yang mencapai 40,4% tak lepas dari adanya injeksi likuiditas dana SAL dari Kemenkeu.

Transformasi digital jelas jadi motor penggerak. Aplikasi mobile banking ‘wondr by BNI’ sudah dipakai 10,5 juta orang dengan nilai transaksi mencapai Rp783 triliun. Sementara platform BNIdirect untuk segmen wholesale malah mencatat transaksi fantastis senilai Rp8.080 triliun, naik 26,7% dari tahun sebelumnya.

“Kami optimis langkah penguatan tata kelola dan transformasi yang berkelanjutan ini akan memperkokoh posisi BNI. Targetnya, jadi bank yang sehat, kompetitif, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan,” tutup Putrama.

Dengan fondasi tata kelola yang diperkuat dan kinerja keuangan yang masih tangguh, BNI sepertinya sedang memposisikan diri untuk menghadapi tantangan 2026 dengan lebih percaya diri. Semua penyesuaian struktural dan kebijakan ini pada akhirnya bertujuan menjaga momentum pertumbuhan dan kepercayaan investor di tengas pasar yang terus berubah.


Halaman:

Komentar