Di Istana Negara, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal usulan penetapan bencana nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar. Suasana sidang kabinet paripurna itu ia buka dengan nada tegas. Menurutnya, wacana itu belum perlu diwujudkan. Alasannya sederhana: situasi di lapangan dinilai sudah terkendali.
"Ada yang teriak-teriak ini ditetapkan bencana nasional. Kita sudah kerahkan di tingkat Provinsi, jadi situasi terkendali,"
begitu kata Prabowo memulai penjelasannya.
Namun begitu, ia tak menampik bahwa pemantauan intensif dari pusat tetap berjalan. Pemerintah, ujarnya, tidak tinggal diam. Justru rencana jangka menengah sudah disiapkan. Mereka akan membentuk sebuah satuan tugas khusus. Fokusnya jelas: rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. "Kita bentuk apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi atau rekonstruksi kita bangun hunian sementara dan hunian tetap," paparnya lebih lanjut.
Soal pembangunan rumah, Prabowo menyebut angka yang konkret. Data itu ia dapat dari laporan Menteri PUPR, Maruarar Sirait. Sekitar 2.000 unit rumah akan segera dibangun untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Minggu ini kita akan bangun 2.000 rumah kemungkinan ini jadi saja rumah tetap ya jadi semua unsur kerja sama jangan cari alasan cari lahan, pakai lahan milik negara,"
Artikel Terkait
Stok Pangan Jelang Ramadan Dipastikan Aman, Pemerintah Genjot Intervensi Harga
Shinta Kamdani Soroti Jalan Pintas UMKM Naik Kelas: Masuk Rantai Pasok Korporasi
Ketika AI Mencipta, Apakah Jiwa Seni Kita Tergerus?
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Ekspor Baru