Di sisi lain, PDI Perjuangan bersikap keras. Mereka mendesak pemerintah, khususnya Kemenbud di bawah Fadli Zon, untuk menghentikan proyek penulisan ulang sejarah ini. Alasannya, proyek dinilai telah melukai banyak perasaan.
Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, My Esti Wijayati, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung. "Kami minta dengan tegas agar dihentikan. Sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak orang," tegasnya pada suatu Senin di akhir Juni 2025.
My Esti tak menampik bahwa salah satu pemicu sikap keras partainya adalah pernyataan kontroversial Fadli Zon sendiri, terutama terkait peristiwa tahun 1998. Polemik itu, menurutnya, diperparah dengan mundurnya sejumlah sejarawan dari tim penulis.
"Banyak sejarawan yang keluar, menyatakan mundur. Itu artinya apa? Artinya di dalamnya ada banyak persoalan yang tidak sederhana," ujarnya, menyiratkan keretakan dari dalam.
Jadi, di balik peluncuran buku yang tampak megah itu, tersimpan dua cerita yang bertolak belakang. Satu sisi melihatnya sebagai upaya merawat ingatan bangsa. Di sisi lain, proyek ini justru dianggap mengoyak luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
Artikel Terkait
Guardians of Legacy Sambut Imlek 2026 di Lorong Kwai Chai Hong
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026
Warga Berbondong-bondong, Lalu Lintas Tersendat: Syuting Film Korea dengan Lisa BLACKPINK Hebohkan Karawaci
Free Float Saham Naik Dua Kali Lipat, Pemerintah Beri Suntikan Darah Segar ke Pasar