Hampir 98% Jaringan Telekomunikasi Sumut Pulih Pascabanjir, Bantuan Sembako Tersalur

- Minggu, 14 Desember 2025 | 12:50 WIB
Hampir 98% Jaringan Telekomunikasi Sumut Pulih Pascabanjir, Bantuan Sembako Tersalur

Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatera Utara pascabanjir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kementerian Komunikasi dan Digital, atau Komdigi, melaporkan bahwa akses komunikasi di wilayah terdampak kini hampir sepenuhnya normal kembali. Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat kondisi infrastruktur yang sempat terendam dan rusak.

Menurut data terbaru per Sabtu lalu, sebanyak 4.273 dari total 4.368 menara BTS sudah beroperasi lagi. Angkanya mencapai 97,8 persen. Pemulihan secepat ini tentu jadi angin segar bagi warga. Mereka kini bisa kembali mengakses info darurat, atau sekadar memberi kabar pada keluarga bahwa mereka baik-baik saja.

"Dengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatera Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga,"

Demikian disampaikan Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam keterangannya, Minggu (14/12/2025). Meutya menekankan bahwa jaringan komunikasi adalah kebutuhan yang sangat mendesak saat bencana melanda. Tanpa koneksi, segala koordinasi bantuan bisa macet. Karena itu, pemantauan di lapangan akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar pulih seratus persen.

Di sisi lain, kerja Kementerian Komdigi tak cuma soal menara dan sinyal. Mereka juga turun langsung meringankan beban korban. Di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, misalnya, bantuan sembako berupa beras, minyak, dan biskuit dibagikan. Totalnya mencapai 6,5 ton untuk sekitar 2.000 warga.

"Selain bantuan barang, kami juga menyediakan posko bersama berupa media center serta posko layanan psikososial untuk memulihkan keceriaan anak-anak,"

Ujar Meutya. Ia pun menambahkan pesan yang cukup menyentuh.

"Setiap ada ujian pasti ada kemudahan. Karena itu kita semua harus saling bantu dan saling mendoakan."

Jadi, upaya yang dilakukan mencakup dua hal utama: membenahi konektivitas yang rusak dan memberikan bantuan langsung. Tujuannya satu: mempermudah pertukaran informasi untuk penyaluran bantuan, bahkan hingga ke desa-desa yang terpencil sekalipun. Semua dilakukan agar kehidupan warga yang terdampak bisa berangsur pulih, dimulai dari bisa berkomunikasi lagi dan perut yang tak kosong.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar