Alasannya sederhana tapi penting. Pohon-pohon tinggi berusia puluhan tahun itulah yang menjadi penyumbang utama kerindangan kota. Kalau hilang, wajah Jakarta bisa berubah total.
“Kenapa? Itulah yang menampakkan Jakarta rindang, hijau,” jelasnya.
Di sisi lain, Pramono juga mengakui bahwa perubahan iklim punya andil besar. Anomali cuaca ekstrem belakangan ini bukan cuma terjadi di Indonesia. Italia, Spanyol, sampai Thailand dan Jepang juga merasakan dampak serupa. Angin kencang yang tak terduga bisa menjatuhkan pohon sekokoh apapun.
Namun begitu, dia enggan sepenuhnya menyalahkan cuaca. Pemerintah Provinsi DKI, dalam penjelasannya, tetap memikul tanggung jawab untuk melakukan mitigasi. Upaya-upaya pencegahan harus terus digenjot agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Artikel Terkait
Microsoft Ancam Gugat OpenAI dan Amazon Soal Kerja Sama Cloud Rp850 Triliun
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa Menjelang Lebaran 2026
Tiket Bus ke Sumatera dan Jawa Naik Daun, Terminal Pulo Gebang Mulai Ramai Pemudik
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa untuk Ramadan Ini