Lembaga-lembaga riset ini sudah berkali-kali memangkas proyeksi mereka, menanggapi langkah-langkah AS. Tekanan pada sektor ekspor terlihat nyata. Produk domestik bruto triwulanan menyusut 0,2 persen di kuartal kedua, setelah di awal tahun tumbuh 0,3 persen. Kuartal ketiga pun stagnan, tak bergerak.
"Bahkan hingga akhir tahun, tidak ada tanda-tanda pemulihan yang signifikan,"
demikian catatan keras dari Institut Penelitian Ekonomi Leibniz.
Memang, ada sedikit harapan di kejauhan. Ekonomi diperkirakan sedikit membaik pada 2026 dengan pertumbuhan 0,8 persen, lalu 1,1 persen di 2027. Tapi untuk saat ini, langkah Jerman terasa berat. Antara tarif AS yang membebani dan transformasi dalam negeri yang belum tuntas, jalan menuju pemulihan masih panjang dan berliku.
Artikel Terkait
MUI dan NU Sahkan Pembayaran Zakat Fitrah Secara Digital
Microsoft Ancam Gugat OpenAI dan Amazon Soal Kerja Sama Cloud Rp850 Triliun
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa Menjelang Lebaran 2026
Tiket Bus ke Sumatera dan Jawa Naik Daun, Terminal Pulo Gebang Mulai Ramai Pemudik