Dampak kebijakan tarif Amerika Serikat ternyata lebih keras dari yang diduga. Kali ini, Jerman yang merasakan pukulannya. Lembaga riset terkemuka di sana baru saja merilis proyeksi yang suram: pertumbuhan ekonomi pada 2025 diprediksi hanya menyentuh 0,1 persen.
Angka itu datang dari Prakiraan Ekonomi Musim Dingin 2025 ifo dan Institut Kiel. Inti masalahnya jelas: ekspor ke AS anjlok tajam pasca kenaikan tarif. Secara keseluruhan, ekspor Jerman diperkirakan turun 0,2 persen tahun depan. Tapi penurunan ke pasar AS-lah yang paling parah.
Di sisi lain, kondisi dalam negeri juga tak kalah rumit. Ekonomi Jerman sedang berada di tengah transformasi struktural yang luas. Awalnya, ada secercah harapan. Paket fiskal pemerintah yang isinya dana infrastruktur dan kenaikan besar anggaran pertahanan sempat mendongkrak sentimen bisnis.
Namun begitu, kepercayaan itu memudar lagi mendekati akhir tahun. Stimulus yang dijanjikan ternyata belum juga terwujud di lapangan.
Artikel Terkait
BRI Buka Lima Jalur Khusus untuk Calon Pemimpin Masa Depan
Kejagung Geledah Rumah Eks Menteri Siti Nurbaya, Sita Dokumen Terkait Kasus Sawit
Gus Yaqut Selesaikan Pemeriksaan KPK, Kasus Kuota Haji Masih Berlanjut
Investasi Rp 100 Triliun untuk Ekosistem Baterai, Bahlil Tegaskan: Kepemilikan Tetap di Tangan BUMN