Komite Disiplin PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada Persebaya Surabaya. Denda yang harus dibayar tidak main-main: dua ratus lima puluh juta rupiah. Semuanya bermula dari insiden di Stadion Gelora Bung Tomo, 22 November lalu, saat Bajul Ijo ditahan imbang Arema FC dengan skor 1-1. Hasil yang jelas mengecewakan bagi ribuan suporter yang memadati tribun.
Menurut sejumlah saksi, suasana mulai memanas sejak pertandingan berlangsung. Dari arah Tribun Utara, suporter Persebaya diketahui menyalakan petasan. Tidak cuma sekali, tapi hingga enam kali! Komdis menilai ini pelanggaran serius dan langsung menghukum dengan denda Rp 120 juta.
Tapi rupanya, itu belum semua.
Keributan lain terjadi ketika pemain Arema FC hendak meninggalkan lapangan. Beberapa benda beterbangan dari tribun. Ada air mineral dalam kemasan, bahkan roti, yang dilempar dari area VIP Barat. Tak ketinggalan, gulungan tisu dari Tribun Timur ikut meluncur di menit ke-63. Lagi-lagi, ini berimbas pada kantong klub. Persebaya harus merogoh kocek tambah Rp 30 juta akibat ulah pelemparan itu.
Di sisi lain, panitia pelaksana pertandingan juga tak luput dari sorotan. Mereka dianggap gagal mengendalikan situasi. Bagaimana tidak, kerusuhan sempat terjadi di beberapa tribun Barat, Utara, Selatan dan yang lebih parah, ada korban yang terluka. Kegagalan fungsi pengamanan ini berbuah denda sebesar Rp 40 juta.
Artikel Terkait
OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%
Guardians of Legacy Sambut Imlek 2026 di Lorong Kwai Chai Hong
Masjid IKN Berpeluang Jadi Lokasi Rukyat Hilal Ramadan 2026
Warga Berbondong-bondong, Lalu Lintas Tersendat: Syuting Film Korea dengan Lisa BLACKPINK Hebohkan Karawaci