Greer sendiri rencananya akan kembali berunding dengan delegasi Indonesia pekan ini. Agenda utamanya jelas: mendorong penyelesaian atas semua perbedaan yang muncul. Tapi jalan menuju kesepakatan akhir tampaknya masih panjang.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama ketegangan tercium. The Financial Times sebelumnya sudah melaporkan bahwa Indonesia menolak klausul khusus. Klausul itu berisi pembatalan otomatis kesepakatan jika Indonesia kelak membuat perjanjian dagang dengan negara yang dianggap rival AS. Menariknya, Malaysia dan Kamboja justru menyetujui klausul serupa. Perbedaan sikap ini tentu memperumit keadaan.
Melihat perkembangan ini, nasib kerja sama ekonomi kedua negara sepertinya kembali digantung di ujung tanduk. Pekan depan mungkin akan memberi kejelasan.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75%, Waspadai Dampak Perang Timur Tengah
Jalur Kalimalang Sepi di Siang Bolong, Arus Mudik Motor Belum Meningkat
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi