Greer sendiri rencananya akan kembali berunding dengan delegasi Indonesia pekan ini. Agenda utamanya jelas: mendorong penyelesaian atas semua perbedaan yang muncul. Tapi jalan menuju kesepakatan akhir tampaknya masih panjang.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama ketegangan tercium. The Financial Times sebelumnya sudah melaporkan bahwa Indonesia menolak klausul khusus. Klausul itu berisi pembatalan otomatis kesepakatan jika Indonesia kelak membuat perjanjian dagang dengan negara yang dianggap rival AS. Menariknya, Malaysia dan Kamboja justru menyetujui klausul serupa. Perbedaan sikap ini tentu memperumit keadaan.
Melihat perkembangan ini, nasib kerja sama ekonomi kedua negara sepertinya kembali digantung di ujung tanduk. Pekan depan mungkin akan memberi kejelasan.
Artikel Terkait
Emas Antam Tembus Rekor, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera
Ayah Lula Lahfah Gelap Soal Proses Hukum Kematian Putrinya
Lepas Gelar Debut Global Mobil Listrik Terbarunya di IIMS 2026