Kesepakatan dagang yang baru saja dijalin Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dipertengahan tahun, kini dikabarkan goyah. Bahkan, ancaman batal mengintai. Kabar ini muncul dari laporan The Financial Times, Rabu (10/12/2025), yang mengutip sejumlah sumber dalam pemerintahan.
Rupanya, pihak AS merasa frustasi. Mereka menilai implementasi kesepakatan di lapangan tak berjalan mulus.
Menurut sejumlah saksi yang terlibat, Utusan Dagang AS Jamieson Greer punya tuduhan serius. Ia menyebut Indonesia dianggap mengingkari beberapa komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Suasana perundingan pun dikabarkan memanas.
Lalu, apa sebenarnya yang jadi ganjalan? Dari informasi yang beredar, Indonesia tampaknya enggan memenuhi komitmen untuk mencabut hambatan non-tarif pada produk pertanian dan industri dari AS. Di sisi lain, isu perdagangan digital juga jadi titik perselisihan. Indonesia merasa ada poin-poin yang perlu diklarifikasi ulang.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tasikmalaya Capai 35.000 Kendaraan dalam Dua Hari
ASDP Geram, Calo Tiket Masih Berkeliaran Meski Sistem Penjualan Sudah Online
Presiden Prabowo Kirim Bantuan Alat Ibadah dan Sandang untuk Korban Banjir Bireuen
Pemerintah Siapkan WFA untuk ASN dan Sekolah Online Demi Hemat BBM Mulai 2026