Banjir rob yang melanda kawasan Ancol, Jakarta Utara, ternyata berimbas langsung pada keramaian tempat wisata itu di akhir pekan. Pantauan di lokasi pada Sabtu (6/12/2025) menunjukkan, luapan air laut masih menggenangi beberapa titik. Akses masuk lewat Gerbang Marina pun terpaksa ditutup sementara.
Di Jalan Marina, genangan air masih terlihat dengan ketinggian sekitar 15 centimeter. Pemandangannya cukup mengganggu, air laut itu menggenang tenang namun efektif menghalangi kendaraan yang ingin masuk.
Menghadapi situasi ini, pengelola Ancol tak tinggal diam. Menurut Humas Taman Impian Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko, mereka telah menerjunkan tim teknis untuk menanggulangi debit air yang masuk.
"Antisipasi yang kita lakukan, tim teknis kita melakukan penanggulangan terhadap debit air ini, salah satunya dengan melakukan tanggul-tanggul buatan dititik-titik sumber air," jelas Daniel.
Ia menambahkan, upaya pemompaan juga dioptimalkan. Terutama di area Dermaga Marina yang paling terdampak.
"Tim juga mengoptimalkan pompa-pompa yang sudah kita sediakan disetiap unit, khususnya karena yang terdampak adalah di Dermaga Marina, kita siagakan 17 unit pompa ya," tuturnya.
Dampaknya terhadap jumlah pengunjung memang ada. Daniel mengakui, meski tidak drastis, suasana Ancol pekan ini terasa lebih sepi dari biasanya. Biasanya, di hari-hari biasa, pengunjung bisa mencapai angka 10 hingga 15 ribu orang.
"Ya mungkin karena pemberitaan ini sedikit berdampak tapi tidak signifikan," ujarnya. Intinya, keramaian sedikit menyusut, namun operasional secara keseluruhan tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian.
Artikel Terkait
Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, DJP Terapkan Denda Otomatis Rp100 Ribu via Coretax
Mendikdasmen Buka Suara soal Nasib Guru Non-ASN yang Terancam Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027
KPK Periksa Kadis PUPR Cilacap sebagai Saksi Kasus Pemerasan Bupati Nonaktif
Bupati Banyumas: Pengalaman di Luar Kampus Jadi 60 Persen Bekal Masuk Dunia Kerja