Dapur MBG Siap Dibangun di Tiga Provinsi, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 10:30 WIB
Dapur MBG Siap Dibangun di Tiga Provinsi, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Kabar terbaru datang dari Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka bersiap membangun fasilitas Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis.

Rencana ini tak muncul tiba-tiba. Ia merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Badan Gizi Nasional yang sudah disepakati lewat nota kesepahaman pada Agustus 2025 lalu. Jadi, ada payung hukum yang jelas sebelum proyek fisiknya dimulai.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa pembangunannya dilakukan secara komprehensif. Artinya, bukan cuma soal mendirikan bangunan dapur utama. Mereka juga akan membenahi akses jalan, menyediakan jaringan air bersih, sanitasi, hingga kendaraan untuk mendistribusikan makanan.

"Hal ini penting untuk memastikan layanan gizi yang sehat dan terjangkau bagi anak-anak sekolah,”

ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).

Menariknya, program ini dipandang lebih dari sekadar bantuan sosial. Dody menyebutnya sebagai instrumen strategis pembangunan nasional. Tujuannya selaras dengan sasaran PU608 yang ingin menekan angka kemiskinan dan sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah.

Nah, untuk tahap awal, proyek di tiga provinsi tadi masuk dalam Paket Pembangunan Gedung SPPG 1 Tahun 2025. Pengerjaannya akan ditangani oleh PT Hutama Karya. Rupanya, paket yang sama juga mencakup 78 lokasi lain di seantero Sumatera, seperti Riau, Kepri, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Namun begitu, Kementerian PU tak mau gegabah. Mereka punya sejumlah syarat ketat sebelum konstruksi dimulai. Lokasi harus sudah memenuhi kriteria kelayakan, mulai dari aspek administratif, teknis, hingga operasional. Syarat mutlaknya antara lain dokumen PBG yang lengkap dan status kepemilikan lahan yang jelas atas nama pemerintah.

Lokasinya pun tak boleh sembarangan. Harus aman dari ancaman bencana, bukan di zona hijau, dan tentu saja tidak mengganggu lahan pertanian berkelanjutan. Akses jalan umum dan dukungan utilitas dasar seperti listrik dan air bersih juga wajib ada.

Soal distribusi, ada aturan ketatnya. Jarak tempuh makanan dari dapur ke sekolah penerima manfaat tak boleh lebih dari 20 menit. Selain itu, lokasi harus steril dari jalur SUTET dan jauh dari sumber pencemaran lingkungan. Semua ini demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Mengacu pada Keputusan Menteri PU, desain bangunan SPPG ini dibuat dengan standar tinggi. Strukturnya dirancang tahan gempa dan angin kencang. Tersedia dua tipe ukuran, yang besar 20x20 meter dan yang lebih kecil 10x15 meter, dengan material konstruksi seperti baja modular atau bata terkekang.

Aspek kebersihan jadi prioritas utama. Dindingnya pakai material antibakteri, area masak dilapisi pelapis tahan api, dan lantainya dari epoxy yang gampang dibersihkan. Fasilitas pendukungnya juga lengkap: ada IPAL, sistem ventilasi, filter air, pemadam kebakaran, genset, sampai CCTV yang terhubung jaringan ICT.

Standar-standar ini dibuat bukan tanpa alasan. Tujuannya jelas, agar Dapur MBG bisa beroperasi dengan aman, higienis, dan berkelanjutan. Bukan cuma untuk Aceh, Sumut, atau Sumbar, tapi untuk semua wilayah yang akan menjalankan program mulia ini ke depannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar