Pekan depan, semua mata tertuju pada Washington D.C. Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Ini momen yang ditunggu pasar keuangan global.
Nah, menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9-10 Desember nanti, ekspektasi pelonggaran moneter justru menguat. Suasana pasar sudah mulai berubah.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Farras Farhan, menyebut probabilitasnya sangat tinggi.
"Ada probabilitas 89,2 persen the Fed memangkas suku bunga 25 bps," ujarnya dalam laporan Indonesia Daily Focus, Jumat (5/12/2025).
Sentimen ini rupanya sudah merambat ke berbagai lini. Menurut Farhan, harapan akan kebijakan yang lebih longgar itu telah mendorong penguatan sejumlah aset. Harga emas merangkak naik, begitu pula indeks saham di AS dan kawasan Asia. Rasanya, pasar sudah bergerak lebih dulu.
Lalu, bagaimana dampaknya di dalam negeri? Ternyata, ekspektasi pemangkasan suku bunga global ini juga mempengaruhi perhitungan Bank Indonesia. Arah kebijakan kita turut diwarnai oleh langkah The Fed.
Artikel Terkait
Menag Usulkan Rp703 Miliar untuk Bangkitkan Madrasah dan Rumah Ibadah Pasca Bencana
Atalia Soroti Tren Penurunan Pernikahan: Ketahanan Keluarga Harus Jadi Fokus
BRI Pacu Program Rumah Subsidi, Salurkan Rp16 Triliun untuk Lebih dari 118 Ribu Debitur
Purbaya Guncang Kemenkeu: 36 Pejabat Baru Diharap Dorong Indonesia Naik Kelas