Rabu (14/1) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono tampil untuk menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan. Suasana ruang konferensi terasa berat, mencerminkan isi pidatonya yang tegas. Ia bicara soal sebuah prinsip yang menurutnya sedang mengganggu ketenangan dunia: "Might Makes Right". Atau dalam bahasa kita, siapa yang kuat, dialah pemenangnya.
Bagi Sugiono, cara berpikir seperti inilah yang perlahan-lahan merusak keseimbangan global. Standar ganda kini dipraktikkan terang-terangan, menggerogoti kepercayaan yang seharusnya jadi fondasi hubungan antarnegara.
Yang lebih memprihatinkan, di tengah situasi pelik ini, sejumlah negara kunci justru memilih mundur. Mereka menarik diri dari tanggung jawab mengurus tata kelola dunia. Kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa sangat serius. Negara-negara akan masuk ke mode bertahan masing-masing, menutup diri, dan itu jelas bukan iklim yang sehat bagi diplomasi.
Artikel Terkait
Setelah 17 Hari Dicari, Pendaki Muda di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Pohon Randu Alas Raksasa di Magelang Diselamatkan, Justru Jadi Magnet Wisatawan
Mantan Kepala BSSN Ingatkan Warga: Siapkan Panic Kit untuk Bertahan 7 Hari
KPK Hentikan Tradisi Pamer Tersangka di Depan Kamera