Menlu Sugiono Peringatkan Dunia Kembali ke Era Siapa Kuat, Dia Menang

- Rabu, 14 Januari 2026 | 12:00 WIB
Menlu Sugiono Peringatkan Dunia Kembali ke Era Siapa Kuat, Dia Menang

Rabu (14/1) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono tampil untuk menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan. Suasana ruang konferensi terasa berat, mencerminkan isi pidatonya yang tegas. Ia bicara soal sebuah prinsip yang menurutnya sedang mengganggu ketenangan dunia: "Might Makes Right". Atau dalam bahasa kita, siapa yang kuat, dialah pemenangnya.

Bagi Sugiono, cara berpikir seperti inilah yang perlahan-lahan merusak keseimbangan global. Standar ganda kini dipraktikkan terang-terangan, menggerogoti kepercayaan yang seharusnya jadi fondasi hubungan antarnegara.

"Dunia menyaksikan kembalinya fenomena 'Might Makes Right'. Standar ganda dipraktikkan secara terbuka, yang mengikis kepercayaan antarnegara. Tata kelola global yang dibentuk untuk mengelola krisis semakin kesulitan mengejar realita yang terjadi,"

Yang lebih memprihatinkan, di tengah situasi pelik ini, sejumlah negara kunci justru memilih mundur. Mereka menarik diri dari tanggung jawab mengurus tata kelola dunia. Kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa sangat serius. Negara-negara akan masuk ke mode bertahan masing-masing, menutup diri, dan itu jelas bukan iklim yang sehat bagi diplomasi.

Sejarah, kata Sugiono, punya catatan kelam tentang hal ini. Gejala-gejala yang mirip pernah muncul dulu.

"Terakhir kali dunia mengalami gejala-gejala ini, Liga Bangsa-Bangsa collapse, yang kemudian berujung pada pecahnya Perang Dunia Kedua. Dan saat ini, dunia bergerak menuju kompetisi yang lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam,"

Lalu, apa yang harus dilakukan? Menurut Menlu, membaca situasi dengan jeli adalah langkah pertama yang mutlak. Indonesia, mau tak mau, juga harus bersiap. Tapi bukan sekadar ikut-ikutan. Kita perlu masuk ke mode survival dengan cara kita sendiri.

"Bagi Indonesia semua ini membuat pilihan menjadi semakin jelas. Survival adalah soal memiliki ketahanan nasional yang kuat, disertai kapasitas untuk menentukan arah kita sendiri,"

Pernyataannya ditutup dengan pesan itu. Sebuah penegasan bahwa di tengah pusaran global, kemandirian dan ketahanan adalah kunci.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar