Masalahnya, sebagian besar dana APBN kan dialirkan ke daerah lewat transfer. Di sinilah perhatian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertuju. Beliau konon sangat memperhatikan soal penyerapan anggaran di level pemda.
Jelas Andriansyah. Intinya, uang harus bergulir, bukan mengendap.
Lalu, ada juga fokus untuk APBN 2026. Anggaran tahun depan diharapkan jadi motor pembangunan dengan delapan agenda prioritas. Mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, sampai yang sedang ramai dibicarakan: program makan bergizi gratis dan ketahanan energi.
Soal pendidikan, ada penekanan khusus. Program LPDP disebut-sebut akan ditingkatkan efektivitasnya, terutama untuk mendukung bidang teknologi dan ekonomi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, semua kebijakan moneter dan fiskal ini harusnya bermuara ke satu tempat: sektor riil. Andriansyah punya analogi yang cukup menarik tentang hal ini.
Pungkasnya. Jadi, semua instrumen tadi, kalau mau sukses, ya harus benar-benar menyentuh lapangan. Bukan cuma angka di atas kertas.
Artikel Terkait
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub
NU Genap Satu Abad, Prabowo Siap Berikan Amanat di Puncak Harlah