Pemerintah punya target yang cukup ambisius: mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029. Nah, untuk mencapainya, sejumlah kebijakan fiskal kini digeber habis-habisan.
Beberapa program sudah berjalan. Ambil contoh, ada suntikan dana besar-besaran senilai Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himbara. Lalu, ada juga Program Magang Nasional, Paket Stimulus Ekonomi 8 4 5, serta BLTS Kesejahteraan Rakyat. Semua ini digadang-gadang jadi motor penggerak.
Dalam sebuah diskusi di Jakarta akhir pekan lalu, Andriansyah, Direktur Strategi Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi DJSEF Kemenkeu, mengungkapkan keyakinannya.
Katanya begitu. Menurutnya, instrumen fiskal itu memang krusial.
Di sisi lain, Andriansyah juga menekankan peran APBN. Anggaran negara ini bukan cuma soal belanja, tapi diharapkan bisa jadi katalisator pertumbuhan.
Ujarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen
Potensi Rp8 Triliun dari Kapal Asing Menguap, INSA Desak Kolaborasi Kemenkeu-Kemenhub
NU Genap Satu Abad, Prabowo Siap Berikan Amanat di Puncak Harlah