Bagi para penggemar gadget, berita ini pasti bikin penasaran. Samsung akhirnya resmi mengumumkan ponsel lipat tiga layar terbarunya, Galaxy Z TriFold. Rencananya, perangkat mutakhir ini bakal mulai dijual di Korea Selatan tanggal 12 Desember 2025 mendatang. Kapan bisa dibeli di negara lain? Untuk pasar seperti Amerika Serikat, China, dan Taiwan, termasuk Indonesia, masih harus menunggu giliran. Kabarnya sih, tidak lama setelah peluncuran di negeri asalnya.
Harganya? Ya, siap-siap saja merogoh kocek dalam-dalam. Dengan bodi dan layar yang bisa dilipat dalam tiga bagian, wajar kalau harganya nanti bakal menyentuh belasan bahkan puluhan juta rupiah per unitnya.
Sebelumnya, Huawei sempat memproduksi smartphone lipat tiga. Kini, Samsung ingin menunjukkan taringnya di segmen yang sama dengan Galaxy Z TriFold ini. Layar utamanya sendiri cukup luas, mencapai 10 inci. Yang menarik, ketiga layarnya bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi yang berbeda-beda sekaligus. Jadi, multitasking bakal jadi jauh lebih mudah dalam satu genggaman gadget.
Ini juga jadi ponsel Samsung pertama yang dibekali standalone Samsung DeX.
Fitur itu memungkinkan pengguna mendapatkan empat workspace terpisah. Dan di setiap workspace-nya, kamu bisa menjalankan lima aplikasi secara bersamaan. Cukup gila, kan? Belum lagi dukungan Galaxy AI yang menyertakan fitur keren seperti Photo Assist, Generative Edit, dan Sketch to Image.
Spesifikasi Detail dan Kisaran Harga di Pasaran
Kalau dilihat dari spesifikasi resminya, ponsel ini memang dirancang impresif. Ketebalannya cuma 3,9 mm di titik paling tipis. Tapi jangan salah, performanya dijanjikan sangat kencang karena ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Mobile Platform for Galaxy.
Soal daya tahan baterai, Samsung memasang tiga sel baterai berkapasitas total 5.600mAh. Letaknya dibagi di tiap panel perangkat. Katanya, ini biar distribusi dayanya lebih seimbang, manajemen panas lebih optimal, dan tentu saja, bisa tahan seharian penuh. Kalau habis, nggak perlu lama nge-charge karena sudah didukung fast charging 45W.
Yang juga jadi sorotan adalah engselnya. Samsung klaim ini adalah engsel paling canggih yang pernah mereka buat. Mereka menyempurnakan Armor FlexHinge-nya, sehingga struktur panel dan engselnya tetap membuat ponsel terasa tipis dan portabel, namun bisa dilipat dengan sangat mulus dan stabil.
Dari segi material, Samsung juga nggak main-main. Housing engselnya memakai titanium, sementara bingkai perangkatnya diperkuat dengan Advanced Armor Aluminum. Jadi, harusnya lebih tangguh.
Bagaimana dengan kameranya? Di bagian belakang, ada tiga kamera: ultra-wide 12 MP, wide 200 MP, dan telephoto 10 MP. Sementara kamera depan, baik di cover display maupun layar utama, sama-sama beresolusi 10 MP.
Untuk urusan memori, tersedia dua pilihan: RAM 16GB dengan memori internal 1TB, atau RAM 12GB dengan internal 512GB. Ponsel ini juga punya sertifikasi tahan air IP48. Sayangnya, menurut rating itu, perangkat ini tidak sepenuhnya tahan terhadap debu atau pasir. Jadi, hati-hati kalau bawa ke pantai.
Lalu, berapa kira-kira harganya di Indonesia? Banyak media memperkirakan Samsung akan memasang banderol sekitar Rp 40 jutaan. Kalau perkiraan ini benar, harganya jadi lebih murah dibandingkan pesaing utamanya, Huawei Mate XT Ultimate, yang dibanderol sekitar Rp 50 jutaan.
Seperti itulah sekilas gambaran tentang Samsung Galaxy Z TriFold. Tinggal tunggu saja kapan ponsel futuristik ini benar-benar mendarat di tangan konsumen.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai Juli 2026
Polisi Tangkap Dua Tersangka, Salah Satunya Diduga Atlet MMA dalam Pembunuhan Ketua Golkar Maluku Tenggara
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Sejumlah Perairan hingga 22 April
AS Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balas dan Batalkan Perundingan