Bank Sentral Eropa (ECB) punya pesan keras untuk Italia. Mereka mendesak pemerintah di Roma untuk memikirkan ulang amandemen parlemen yang menyatakan cadangan emas bank sentral nasional sebagai milik rakyat Italia. Desakan itu tertuang dalam sebuah dokumen yang dirilis Rabu lalu, 3 Desember 2025.
Inti kekhawatiran ECB sederhana: langkah itu bisa membuka peluang bagi pemerintah untuk mengutak-atik cadangan emas secara sewenang-wenang. Padahal, nilai tumpukan logam kuning itu sungguh fantastis.
Bank of Italy, bank sentral negara tersebut, ternyata menyimpan harta karun yang luar biasa. Cadangan emasnya adalah yang terbesar ketiga di dunia, hanya kalah oleh Amerika Serikat dan Jerman. Jumlahnya mencapai 2.452 ton. Kalau dirupiahkan, nilainya sekitar USD 300 miliar atau setara dengan 13 persen dari total output ekonomi Italia. Angka yang bukan main-main.
ECB secara gamblang meminta agar pihak berwenang Italia meninjau kembali rancangan aturan itu.
Kritik dari Frankfurt ini berpotensi menggagalkan usulan yang sudah lama digulirkan berbagai politisi. Bertahun-tahun, isu kepemilikan emas ini jadi bahan perdebatan. Sebagian pihak melihatnya sebagai peluang bagaimana jika emas dijual untuk menekan utang publik yang membengkak? Atau mungkin untuk mendanai pemotongan pajak dan program pemerintah lainnya? Namun, setiap kali wacana itu mengemuka, otoritas Uni Eropa selalu menolaknya dengan tegas.
ECB kembali menegaskan prinsip dasarnya.
Artikel Terkait
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS
Bank Dunia: Ukraina Butuh Dana Rp9.900 Triliun untuk Rekonstruksi Pascaperang
Melly Goeslaw Kirim Doa untuk Vidi Aldiano, Almarhum Berpulang Setelah Lama Lawan Kanker