Di sisi lain, Agus sangat menekankan soal keselamatan personel. Ini bukan tanpa alasan. Di Padang, tiga prajurit TNI dua dari Polisi Militer dan satu Babinsa tewas hanyut terseret banjir saat sedang membantu evakuasi warga.
“Beberapa hari kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya dengan nada berat.
“Saya tekankan pada prajurit TNI untuk tetap menjaga keamanan personel dan alutsista.”
Sementara itu, dari pihak Angkatan Darat, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut evaluasi terus dilakukan. Intinya, agar kejadian bantuan pecah atau tercecer tidak terulang.
“Heli itu tidak bisa mendarat di manapun. Landasannya harus siap. Karena bantuan harus diberikan, kita coba untuk dilempar,” kata Maruli.
“Setelah ada yang pecah, kita evaluasi lagi. Sampai sekarang tidak terjadi lagi.”
Jadi, begitulah penjelasan mereka. Di balik citra bantuan yang ‘hanya’ dilempar, ternyata ada pertimbangan teknis dan keselamatan yang cukup pelik di lapangan. Tantangan logistik di daerah bencana yang ekstrem, rupanya, sering kali tidak sesederhana kelihatannya.
Artikel Terkait
Maarten Paes Cetak Clean Sheet, Bawa Ajax Hajar Sparta 4-0
AS Ancam Hancurkan Pulau Kharg, Iran Balas Ancaman Serang Infrastruktur Minyak Global
Kevin Diks Puji Gol Spektakuler Stöger, Monchengladbach Bangkit Usai Dihajar Bayern
Iron Dome Kewalahan, Iran Klaim Punya Cadangan Rudal untuk Dua Tahun Perang