Garuda Indonesia Angkut 20 Ton Bantuan BUMN untuk Korban Bencana Sumatera

- Rabu, 03 Desember 2025 | 15:25 WIB
Garuda Indonesia Angkut 20 Ton Bantuan BUMN untuk Korban Bencana Sumatera

Garuda Indonesia baru-baru ini mengerahkan armadanya untuk misi kemanusiaan. Maskapai nasional itu berhasil mengirimkan bantuan logistik seberat 20 ton ke sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak bencana. Bantuan ini sendiri dikumpulkan dari berbagai perusahaan BUMN.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, pengiriman barang bantuan telah dilakukan menuju tiga kota utama: Banda Aceh, Medan, dan Padang. Dari sana, perwakilan BUMN setempat yang akan melanjutkan distribusi ke lokasi-lokasi terdampak.

"Bersama Danantara, BUMN dan seluruh pemangku kepentingan terkait, kami memfokuskan seluruh sumber daya agar layanan udara dapat menjadi jalur distribusi bantuan yang cepat, aman, dan dapat diandalkan,"

Pernyataan resmi itu disampaikan Glenny pada Rabu (3/12/2025).

Sebenarnya, upaya distribusi sudah dimulai lebih awal. Citilink, yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group, menjadi yang pertama bergerak. Pada Senin (1/12), mereka sudah mengangkut 9,4 ton bantuan menuju Lhokseumawe di Aceh.

Setelah itu, giliran Garuda Indonesia yang mengambil alih. Operasi bantuan dilanjutkan dengan penerbangan menuju Bandara Kualanamu di Medan, Padang, dan Banda Aceh. Penerbangan perdana untuk misi ini adalah GA-190 pada rute Jakarta menuju Kualanamu.

Glenny menegaskan bahwa percepatan respons ini bukan tanpa alasan. Ia menyebutnya sebagai bagian dari mandat nasional Garuda sebagai maskapai bendera.

"Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, kami memiliki tanggung jawab strategis. Khususnya dalam pilar transportasi udara untuk mendukung percepatan penanggulangan bencana. Prinsipnya, dengan standar keselamatan yang optimal, bantuan harus segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,"

Jadi, itulah upaya nyata yang dilakukan. Melalui udara, bantuan dari berbagai BUMN itu diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar