“Dewi Astutik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara,” tegas Suyudi.
Jaringannya ternyata luas. BNN mengungkap koneksi Dewi dengan salah satu gembong narkoba paling dicari: Fredy Pratama.
“Berdasarkan hasil analisis terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi penyelundupan narkoba di kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama,” ucapnya.
Bahkan, bukan hanya Fredy. Perempuan ini juga jadi buronan aparat Korea Selatan. Jangkauan operasinya mencengangkan, membentang dari Asia Timur, Tenggara, sampai ke Afrika.
“Dewi merupakan rekrutan dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” pungkas Suyudi mengakhiri penjelasan.
Singkatnya, penangkapan ini seperti membuka pintu ke labirin kejahatan terorganisir yang sangat rumit. Perjalanan panjang pengusutan tampaknya baru dimulai.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp53 Triliun
Keterlambatan Barang Impor Ancam Stok Lebaran 2026, HIPPINDO Minta Koordinasi Pemerintah
Terminal Pulogebang Masih Sepi, Puncak Mudik Diprediksi 17-19 Maret
Dua Perusahaan China Menang Lelang PLTSa Bekasi dan Denpasar, Dampak Ekonomi Ditaksir Rp14 Triliun