Mami Sabu Rp5 Triliun Dibekuk di Kamboja, Terkait Jaringan Fredy Pratama

- Rabu, 03 Desember 2025 | 11:40 WIB
Mami Sabu Rp5 Triliun Dibekuk di Kamboja, Terkait Jaringan Fredy Pratama

JAKARTA - Ia dikenal sebagai "Mami" di dunia gelap. Dewi Astutik, otak penyelundupan sabu senilai fantastis, Rp5 triliun, akhirnya berhasil dibekuk. Bukan di Indonesia, melainkan di Sihanoukville, Kamboja, oleh tim Badan Narkotika Nasional (BNN). Kronologinya cukup menarik.

Menurut Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, penangkapan terjadi di bagian barat kota itu. Saat itu, Dewi sedang dalam perjalanan menuju lobi sebuah hotel. Momen itu langsung dimanfaatkan petugas.

“Saat itu target berhasil diamankan ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki,” jelas Suyudi.

Tanpa perlawanan berarti, operasi pun berjalan mulus. Dewi dan pria yang menyertainya langsung diamankan.

Untuk sementara, sang buronan telah dipindahkan ke Phnom Penh. Di ibu kota Kamboja itu, verifikasi identitas dan interogasi awal dilakukan. Prosesnya harus tuntas dulu sebelum rencana pemulangan ke Indonesia.

Namun begitu, pekerjaan BNN belum selesai. Begitu tiba di tanah air, pemeriksaan intensif menunggu Dewi Astutik.

“Dewi Astutik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara,” tegas Suyudi.

Jaringannya ternyata luas. BNN mengungkap koneksi Dewi dengan salah satu gembong narkoba paling dicari: Fredy Pratama.

“Berdasarkan hasil analisis terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi penyelundupan narkoba di kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama,” ucapnya.

Bahkan, bukan hanya Fredy. Perempuan ini juga jadi buronan aparat Korea Selatan. Jangkauan operasinya mencengangkan, membentang dari Asia Timur, Tenggara, sampai ke Afrika.

“Dewi merupakan rekrutan dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” pungkas Suyudi mengakhiri penjelasan.

Singkatnya, penangkapan ini seperti membuka pintu ke labirin kejahatan terorganisir yang sangat rumit. Perjalanan panjang pengusutan tampaknya baru dimulai.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler